Berita Kemahasiswaan

Upacara dalam rangka Peringatan Hari Bela Negara ke-69 di Tingkat Provinsi Kalimantan Barat

foto bersama 20171219 235710

STMIK Pontianak Menugaskan kepada 30 (tiga puluh) mahasiswa untuk mengikuti Kegiatan Upacara dalam rangka Peringatan Hari Bela Negara ke-69 di Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 19 Desember 2017 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengimbau seluruh masyarakat berbagai latar profesi tanamkan kesadaran bela negara. Seluruh kader diminta sebarkan nilai-nilai bela negara di lingkungan masing-masing. "Ini agar bela negara jadi kesadaran nasional sebagai bentuk tanggung jawab dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ungkapnya membacakan sambutan Presiden RI saat jadi inspektur upacara peringatan Hari Bela Negara Tahun 2017 di Lapangan Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (19/12/2017).

Hari Bela Negara diperingati setiap tanggal 19 Desember melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2006. Penetapan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara dipilih untuk mengenang peristiwa sejarah ketika tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer ke II dengan mengumumkan tidak adanya lagi Negara Indonesia. Ketika itu, Presiden RI Ir. Soekarno memberikan mandat penuh kepada Mr. Syafrudin Prawinegara untuk menjalankan pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat, guna menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. 

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara. 

Upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara sebagai nilai dasar bela negara mencakup cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Melalui bela negara akan terbangun karakter disiplin, optimisme, taat hukum, bekerja keras untuk negara dan bangsa, melaksanakan perintah Tuhan sesuai agamanya masing-masing guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kesadaran bela negara itu penting untuk ditanamkan kepada seluruh warga negara, sebagai bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman guna mewujudkan Ketahanan Nasional yang tangguh.

Zeet menambahkan banyak tantangan yang harus dihadapi para penerus bangsa, khususnya Kalimantan Barat. Seluruh elemen masyarakat terus diimbau membuang dan hilangkan prasangka buruk yang menimbulkan sekat antar suku, etnis dan agama. "Tantangan Kalbar sangat beragam. Potensi Kalbar sangat besar tapi belum mampu mensejahterakan kehidupan rakyat. Keberagaman harus dirajut demi tujuan Kalbar sejahtera," terangnya. Selain tantangan keberagaman yang harus dikelola dengan baik, tantangan lain diantaranya angka kemiskinan masih tinggi, pemerataan kesejahteraan belum merata, serta pengangguran masih tinggi. "Lalu radikalisme, terorisme dan peredaran narkotika. Tenaga kesehatan di daerah-daerah pedalaman juga masih kurang," jelasnya. Sekda mengajak semua pihak bersinergi dan bekerjasama menuntaskan berbagai tantangan ini. "Arahan Presiden sangat keras, lugas, tugas dan clear. Semua warga negara punya peran bela negara. NKRI harga mati," tukasnya.

 

LokasiKampus

STMIK Pontianak
Jl. Merdeka Barat No. 372 Pontianak


Phone : (0561) 735555
Fax     : (0561) 737777
Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Login Staff