Berita Kemahasiswaan

Seminar Hak asasi Manusia dengan tema "Refleksi Penegakan HAM di Kalimantan Barat"

WhatsApp Image 2017 12 02 at 09.45.151

Sejak era reformasi, sudah ada beberapa presiden yang memimpin Indonesia. Namun, persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) belum menemui titik terang, terlebih kasus-kasus yang terjadi pada para pejuang HAM di Indonesia. Sebagai reaksi terhadap Penegakan HAM di Indonesia maka Komnas HAM Perwakilan Kalimantan Barat menggelar Seminar Hak asasi Manusia dengan tema "Refleksi Penegakan HAM di Kalimantan Barat" yang diadakan pada tanggal 30 November 2017 bertempat di Golden Tulip Hotel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia yang diikuti oleh semua pengurus BEM perguruan tinggi se-kota Pontianak. STMIK Pontianak mengutus Ketua BEM STMIK Pontianak yaitu Yogi Pratama untuk mengikuti kegiatan tersebut.

HAM merupakan suatu hal yang pasti dimiliki oleh setiap individu yang merupakan anugerah-Nya yang harus dijunjung tinggi, dihormati, dan dilindungi oleh negara. HAM pada prosesnya memiliki sejarah yang panjang, awal mula pemikiran HAM dimulai dengan adanya piagam magna charta pada 1215 yang berisikan bahwa Raja John (Inggris) mengikatkan diri untuk mengakui dan menjamin beberapa hak dan privileges bawahannya sebagai imbalan mereka, hingga resmi pada deklarasi DUHAM 1945.Perkembangan HAM di Indonesia secara garis besar dapat dibagi menjadi dua periode: sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan.

Usaha pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini telah dilakukan melalui beberapa kebijakan, khususnya dengan mendirikan instansi yang menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Salah satu instansi yang paling dikenal masyarakat adalah Komnas HAM. Sejak didirikan hingga sekarang, daftar laporan kasus pelanggaran HAM yang masuk ke Komnas HAM sangat banyak dan terus bertamabah setiap waktu. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat.

Sayangnya, Komnas HAM belum menunjukkan progres yang signifikan. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus yang masuk namun belum terselesaikan. Bahkan ada beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada masa orde baru yang belum memasuki proses hukum samasekali. Akibatnya, masyarakat mulai meragukan dan mempertanyakan kinerja instansi ini. Jika hal ini dibiarkan, maka badan-badan hukum maupun instansi yang menangani permasalahan HAM ini hanya akan menjadi sarana publik yang tidak membantu samasekali.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu dilakukan beberapa tindakan seperti menegakkan supremasi hukum, menyelesaikan konflik vertikal dan horizontal yang mengakibatkan kekerasan fisik, memberikan perlindungan lebih terhadap hak-hak anak dan perempuan, dan menegakkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Evaluasi terhadap kinerja instansi perlindungan HAM juga perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan penyelesaian pelbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi, sehingga masyarakat dapat menanam kembali kepercayaan mereka terhadap pemerintah. Selain itu harus dilakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan perlindungan HAM di Indonesia.

Isu mengenai HAM telah lama berkembang di masyarakat internasional. Seiring dengan itu, dorongan untuk menghargai dan melindungi pelaksanaan HAM semakin gencar dilakukan di berbagai negara. Indonesia juga masuk ke dalam daftar negara-negara tersebut, akan tetapi kenyataannya sangat sulit bagi bangsa ini untuk mencapai tujuan itu. Oleh karena itu, berbagai upaya penyelesaian permasalahan HAM dan kasus-kasus pelanggaran yang terus terjadi harus mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, polisi, pemerintah, pers, dan seluruh bangsa Indonesia. Kita harus berpartisipasi secara aktif dan terjun langsung dalam operasi yang dijalankan pemerintah. Mulailah dari diri sendiri, karena sesuatu yang besar tidak akan terjadi tanpa diawali dengan sesuatu yang kecil. 

Salah satu sesi kegiatan yang cukup mendapat antusias mahasiswa adalah diskusi. Diskusi tersebut mengangkat tema refleksi Penegakan HAM di Kalimantan Barat. Untuk ke depannya semoga kegiatan yang serupa dan bermanfaat ini dapat dilaksanakan secara berkala dan menjadi agenda tahunan.

 

 

LokasiKampus

STMIK Pontianak
Jl. Merdeka Barat No. 372 Pontianak


Phone : (0561) 735555
Fax     : (0561) 737777
Email  : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Login Staff